Senin, 08 Mei 2017

Laporan pemeriksaan pengusapan alat makan -PMM



Nama dosen    :  khiki purnawati kasim ,S.ST.,M.Kes
Mata kuliah     :  PMM-A
LAPORAN PEMERIKSAAN PENGUSAPAN ALAT MAKAN

DISUSUN
OLEH :
HUSNI YUNUS
PO  714 221 151 015
D.IV-IIA

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D/IV
2016/2017


PENGAMBILAN CONTOH USAP ALAT MAKAN
A.    DASAR TEORI
Dalam penyehatan makanan dan minuman, kebersihan alat makan merupakan bagian yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas makanan dan minuman. Alat makan yang tidak dicuci dengan bersih dapat menyebabkan organisme atau bibit penyakit yang tertinggal akan berkembang biak dan mencemari makanan yang akan diletakkan di atasnya.
Angka kuman dan adanya bakteri coli pada permukaan alat makan yang telah dicuci dapat diketahui dengan melakukan uji dengan cara usap alat makan pada permukaan alat makan.
Uji sanitasi alat makan atau alat masak perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kebersihan alat tersebut. Sehingga melalui uji sanitasi alat tersebut, petugas inspeksi dari dinas kesehatan dapat menetapkan apakan alat makan tersebut sudah layak digunakan atau belum.
Semua alat makan yang mempunyai peluang bersentuhan dengan makanan harus selalu dijaga dalam keadaan bersih dan tidak ada sisa makanan yang tertinggal pada bagian-bagian alat makan tersebut. Apabila hal tersebut dibiarkan, akan memberi kesempatan kuman yang tidak dikehendaki untuk berkembang biak dan membusukkan makanan. (Winarno, 1993)
Dalam pelaksanaan uji sanitasi alat makan atau alat masak hendaknya memperhatikan hal – hal sebagai berikut :
1.  Untuk cangkir atau gelas uji usap dilakukan pada permukaan luar dan dalam   bagian bibir yang terkena atau biasanya bersinggungan langsung dengan konsumen.
2.  Pada permukaan bagian luar dan dalam cekungan sendok atau garpu.
3. Untuk piring, uji usap dilakukan pada permukaan dalam tempat makan. Biasanya luas piring dibagi menjadi empat bagian dan pengusapan diakukan dengan mengusap dua juring yang saling berhadapan.
4.   Setiap satu alat makan menggunakan satu swab.
Alat makan yang kurang bersih dapat menyebabkan terjadinya penularan penyakit. Penyakit tersebut dapat berupa infeksi saluran pernafasan. Oleh karena itu perlu diupayakan agar alat makan yang akan dipakai harus memenuhi syarat kesehatan. (Surasri, 1989) .
B.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui tingkat kebersihan dari alat makan atau jumlah kuman pada alat makan.
2.      Untuk mengetahui factor- factor yang menyebabkan alat makan tersebut terkontaminasi
3.      Untuk mengetahui jumlah angka lempeng total (ALT)

C.    WAKTU
Ø  Kamis 27 april 2017 :
-          Sterilisasi alat  Pukul 09:00 – 11:00 WITA
-          Pengusapan alat makan Pukul 11:00 – 11.15 WITA
-          Pemeriksaan jumlah angka lempeng total(ALT)  Pukul 13:00 – 15:00 WITA

Ø  Jumat 28 april 2017 :
-          Pembacaan hasil jumlah kuman Pukul 11.30 WITA

D.    TEMPAT PENGAMBILAN SAMPEL
-          Pengambilan sampel di ambil di asrama putri  kampus kesehatan lingkungan
( jln. Wijaya kusuma 1)
-          Praktikum Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) / Angka Jumlah Kuman  ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.

E.     PRINSIP PRAKTIKUM
Prinsip utama dalam praktikum usap peralatan makan yaitu sterilisasi, semua alat dan bahan yang digunakan harus dalam keadaan steril. Adapun sterilisasi yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu antara lain:
1.   Tangan dan lingkungan kerja tempat praktikum harus dalam keadaan steril.
2.   Alat dan bahan harus dalam keadaan steril.
3.   Tabung reaksi diplambir sebelum dan sesudah dimasukkan sampel 
4.   Pipet ukur harus diplambir sebelum dan sesudah digunakan.
5.   Menghindari bercakap saat melakukan praktikum berlangsung.
   
F.   ALAT DAN BAHAN UNTUK PENGUSAPAN SAMPEL ALAT MAKAN
    Persiapan alat dan bahan untuk pengusapan alat makan
Alat  dan bahan:
-          Media transport cairan Buffer dalam botol. Media transport berisi cairan ½ -¾ botol dalam keadaan steril.
-          Kapas lidi steril (lidi water), yaitu lidi yang pada ujungnya dilipat kapas
-          Spidol/ label
-          Gunting kecil
-          Kertas cellotape
-          Formulir pengambilan contoh  pemeriksaan di laboratorium
-          Lampu spritus
-          Korek api
-          Termos tempat sampel
-          Sabun disenfektan
-          Rak tabung

G.    TEKNIK  PENGAMBILAN SAMPEL
     -Sterilisasi Alat
1)  Persiapkan alat yang akan di sterilisasi, seperti pipet 10 ml, petridish, dan lidi kapas.
2)  Bungkus alat tersebut dengan kertas koran
3)  Masukkan alat yang telah dibungkus tadi, ke dalam oven dengan suhu 105 ˚C dalam waktu 2 jam.

    - Praktikum Usap Alat Makan
1)  Persiapkan sarung tangan yang steril atau bisa dengan membasahi tangan dengan menggunakan alkohol agar tangan menjadi steril.  
2)  Alat makan yang akan diperiksa masing – masing diambil 4 buah tiap jenis yang diambil secara acak dari tempat penyimpanan.
3)  Persiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi alat makan dalam kelompok – kelompok
4)  Persiapkan lidi kapas steril, kemudian buka kapas penutup tabung reaksi yang berisi air pepton.
5)  Plumbir bagian ujung dari tabung reaksi tersebut, kemudian masukkan lidi kapas steril ke dalamnya.
6)  Lidi kapas steril dalam tabung reaksi ditekan ke dinding tabung untuk membuang /memeras airnya, lalu angkat dan diusapkan pada setiap alat – alat makan yang diusapkan sampai selesai.
7)  Permukaan tempat alat makan yang diusap, yaitu:
-  Sendok         :  Permukaan bagian luar dan dalam seluruh cekungan  sendok.
-  Piring           : permukaan bagian dalam tempat makanan di letakkan, dengan  cara sejajar sebanyak 3 kali usapan
8).  Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3 kali berturut-turut dan satu lidi digunakan untuk satu kelompok alat makan yang diperiksa.

9). Pada peralatan masak, setiap usapan seluas 8 kali inchi persegi atau 50 cm2 dilakukan 3 kali bertutut-turut dianggap satu kelompok setelah dilakukan luas permukaan sebanyak 5 kali 8 inchi persegi.

10). Setiap hasil pengusap 1 alat dari satu kelompok selalu dimasukkan ke dalam botol cairan diputar-putar  dan ditekan kedinding, demikian dilakukan berulang-ulang sampai kelompok diambil usapnya.

11). Pada usapan peralatan makan setiap usapan alat harus mencapai luas sekitar 8 inchi persegi atau 50 cm2 dan dilakukan  5 kali (tempat) sehingga  cukup mencapai luas 40 inchi atau 256 cm2 (1 inchi persegi = 0,4 cm2).

12). Setiap satu kelompok menggunakan 1 lidi kapas sebab yang diusapkan dengan cara seperti pada butir no. 11 diatas.

13). Setelah semua kelompok alat makan atau luas permukaan peralatan masak diusap, kapas lidi dimasukkan ke dalam botol, lidinya dipatahkan atau digunting, dan bibir botol dipanakan dengan api spiritus baru ditutup dengan kapas.

14). Tempelkan kertas cellotape yang telah dipersiapkan, tulis etikey dengan spidol menyatakan nama alat makan dan tempat yang diambil sampelnya diberi nomor (kode) sesuai dengan lembar/formulir.

15). Kirimkan segera ke laboratorium dengan suhu dingin untuk diperiksa. Bila tidak dapat dikirim segera, disimpan dalam tempat penyimpanan dingin.

H.    PEMERIKSAAN ANGKA  LEMPENG TOTAL
:
1. Alat dan Bahan :

-          Medium Nutrien Agar

-          Larutan pengencer / NaCl 0,9%

-          Petridish steril 5 buah masing-masing pemeriksaan

-          Pipet steril masing-masing 2 buah

-          Lampu spritus/ Bunsen

-          Korek api

-          Tabung teaksi masing-masing 4 buah

-          Rak kayu

2. Langkah kerja
-          Siapkan larutan pengencer NaCl 0,9% sebanyak masing-masing 4 tabung dan 4 buah petridish yang diberi kode 10-1, 10-2,10-3,10-4 dan control.

-      Ambil 1 ml larutan pengencer NaCl steril dengan kode control dan masukkan kedalam petridish yang juga berkode control.

-      Ambil 1 ml sampel dan pipet dengan pipet steril dan masukkan ke tabung reaksi dengan kode 10-1 pipet dan tidak boleh ditutup.

-        Pipet 2 ml dari tabung 10-1 dan masukkan ke dalam petridish yang berkode 10-1 dan 1 ml sisanya ke tabung 10-2 pipet lepas sebabnyak 25 kali atau berkali-kali.

-         Pipet 2 ml dari tabung 10-3 masukkan ke dalam petridish yang sudah diberikan kode 10-3 dan kemudian sisanya 1 ml ke tabung 10-4 pipet lepas sebanyak 25 kali atau berkali-kali.

-         Pipet 1 ml dari tabung 10-4  masukkan ke dalam petridish yang sudah diberi kode 10-4.

-         Tuangi petridish yang berisi sampel dengan nutrient agar 55º C - 56º C sebanyak ±15 ml.

-          Digoyang-goyangkan agar rata dan dibiarkan beku

-          Bungkus dengan Koran dan petridish dibalik

-          Eramkan pada incubator dengan suhu 37º C selama 1 x 24 jam
Pembacaan hasil:
1.      Keluarkan petridish yang berisi sampel yang sebelumnya telah di eramkan selama  1 x 24 jam
2.      Hitung jumlah kuman pada setiap sampel yang terdapat di atas petridish yang berbentuk bulatan utuh , lalu masukkan rumus perhitungan
3.       Rumus ALT =(101– C) x10 + (102– C) x 100

                                                2
4.      Adapun jumlah kuman yang telah di hitung pada 4 sampel dan 1 kontrol dimana:
-          kontrol            : 3  koloni/ cm2
-          Piring   I           : 48 koloni/cm2
II         : 23 koloni/cm2
-          Sendok            : 63 dan 6  koloni/cm2


I.       HASIL & PERHITUNGAN

LLP= πr2

PR1           =  3,14 × 112

=  379,94

                        LLP= πr2

PR2           = 3,14×11,52
SD             = 450
KONTROL = 3

    PR 1  =(101– C) ×10 + (102– C) × 100
 2

            = (48-3)+ 10+ (23-3) ×100
 2

=(45)× 10  + (20)× 100
2
= 450 + 2000
2

= 2.450
      2

= 1.225
        379,94

= 3.224 koloni/cm2

PR 2    =  (101– C) ×10 + (102– C) × 100
 2

=(48-3) ×10 + (23-3) ×100
2
=(45)× 10 +(20) ×100
2
= 450 + 2000
2
=2.450
     2
= 1225
  379,94
=2,95 koloni/cm2

SD       = (101– C) ×10 + (102– C) × 100
 2
                        = (63-3) ×10+ (6-3)×100
                               2
                        = (60) ×10 + (3) ×100 
                              2
= 600+ 300 
         2
= 9002
      2
= 450 koloni/cm2

J.      ANALISA HASIL
Berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan pada pemeriksaan usap alat makan PR dan SD di temukan kandungan kuman pada sampel  alat-alat makan tersebut. Ada beberapa  factor yang mempengaruhi sehingga adanya kandungan koloni pada sampel yang di periksa yang pertama pencucian peralatan makan, dicuci pada 1 ember air yang di lakukan hingga beberapa kali pencucian, kedua, tempat penyimpanan peralatan makan berada di dekat tempat penyajian (dekat dengan pintu masuk) , yang ketiga tempat penyimpanan  peralatan makan berada di dekat tempat penyajian (dekat dengan pintu masuk) yang keempat lap yang di gunakan yaitu hanya 1 kali lap untuk melap alat makan yang telah di cuci, tempat penyajian, dan tempat makan, dan kondisi ruang penyimpanan dan debu di udara serta kelembaban ruang serta adanya sinar matahari langsung yang masuk ke ruang penyimpanan.
Adapun faktor lain  yang memungkinkan dapat menyebabkan keberadaan kuman (bakteri) pada alat makan AsramaPutri Jurusan Kesehatan Lingkungan tersebut yaitu dapat pula dipengaruhi dari ketidaktelitian praktikan pada saat melalukan percobaan, termasuk pelaksanaan praktikum yang tidak sesuai prinsip kerja, dalam hal ini adalah kesalahan cara pengambilan sampel serta banyak berbicara pada saat melakukan praktikum.
Akibat kontaminasi bakteri terhadap alat makan akan mempengaruhi kesehatan meskipun pada dasarnya tidak berhubungan langsung dengan makanan. Akan tetapi, persyaratan higiene dan sanitasi makanan salah satunya ditentukan oleh peralatan makanan.
Dan pada hasil perhitungan untuk kontrol didapatkan 3 koloni/cm2. Padahal seharusnya pada media kontrol ini tidak boleh terdapat angka kuman, karena pada media ini hanya terdapat pengencer steril yang tidak diberikan sampel. Hal ini menandakan bahwa kondisi awal lingkungan mengandung mikroba sebanyak 3 koloni/cm2 permukaan. Meskipun pada dasarnya, hasil pemeriksaan untuk kontrol idealnya 0 (nol) koloni/cm2, akan tetapi nilai ini terjadi karena beberapa factor penyebab misalnya karena ada kontaminasi dari praktikan ataupun lingkungan kerja tempat pemeriksaan yang kurang hygienis, termasuk alat yang digunakan pada saat praktikum. Dengan catatan bahwa nilai dari kontrol harus lebih kecil dari nilai pada pemeriksaan media biakan mikroba.

K.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan analisa hasil pemeriksaan pengusapan alat makan  PR dan SD yang di ambil di asrama putrid kampus kesehatan lingkungan dapat di tarik kesimpulan bahwa Dari hasil yang pemeriksaan sampel usap alat makan di temukan  pada  PR 1 = 3,224 koloni/cm2, PR 2 = 2,95 koloni/cm2 dan SD = 450 koloni/cm2 dalam hal ini artinya alat makan tersebut melebihi ambang batas yang dalam artian  tidak memenuhi syarat Menteri Kesehatan RI No. 1096/MENKES/PER/VI/2011 bahwa alat makan tidak  boleh mengandung bakteri lebih dari 0 koloni/cm2. Selain itu, kami dapat mengetahui cara pemeriksaan usap alat makanan sehingga dapat mempermantap jika kita nantinya jadi petugas untuk mengawas.



Daftar pustaka
http://dicerahkan.blogspot.co.id/2010/12/laporan-usap-alat-makanan.html





















LAPORAN PEMERIKSAAN E.COLI, SALMONELLA, VIBRIO CHOLERA DAN SHIGELLA PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN

Nama dosen     :   khiki purnawati kasim ,S.ST.,M.Kes Mata kuliah     :   PMM-A ...