Nama dosen :
khiki purnawati kasim ,S.ST.,M.Kes
Mata kuliah :
PMM-A
LAPORAN PEMERIKSAAN
E.COLI, SALMONELLA, VIBRIO CHOLERA DAN SHIGELLA
PADA SAMPEL MAKANAN DAN MINUMAN
(BAKSO GORENG DAN ES
NUTRISARI)
DISUSUN
OLEH :
HUSNI YUNUS
PO
714 221 151 015
D.IV-IIA
KEMENTERIAN
KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK
KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI
D/IV
2016/2017
1.
PEMERIKSAAN
E.COLI
A. DASAR
TEORI
Bakteri coliform merupakan parameter
mikrobiologis terpenting kualitas makanan dan minuman. Kelompok bakteri
coliform terdiri atas Eschericia coli, Enterobacter aerogenes, Citrobacter
fruendii, dan bakteri lainnya. Meskipun jenis bakteri ini tidak menimbulkan
penyakit tertentu secara langsung, keberadaannya di dalam makanan dan minuman menunjukkan
tingkat sanitasi rendah. Oleh karena itu, air harus bebas dari semua jenis
coliform. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform, semakin tinggi
pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam
kotoran manusia dan hewan. Salah satu contoh bakteri patogen-yang kemungkinan
terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah
panas-adalah Shigella, yaitu mikroba penyebab gejala diare, deman, kram perut,
dan muntah-muntah. (Official Chemical Method, 1979).
Jenis bakteri coliform
tertentu, misalnya E coli O:157:H7, bersifat patogen dan juga dapat menyebabkan
diare atau diare berdarah, kram perut, mual, dan rasa tidak enak badan
(Dad,2000). Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam
saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator
keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform
fekal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan
coliform fekal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti
berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi
Coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri
patogenik lain (Dad,2000). Contoh bakteri coliform adalah, Esherichia coli dan Entereobacter
aerogenes. Jadi, coliform adalah indikator kualitas air. Makin sedikit
kandungan coliform, artinya, kualitas air semakin baik.
B.
TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat mengetahui alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan E.coli
2. Mahasiswa
dapat melakukan identifikasi E.coli pada sampel makanan dan minuman
3. Mahasiswa
dapat menentukan jenis E.coli pada sampel makanan dan minuman.
C. HASIL
1. Nama
pengambil : Rizki
Tempat
: penjual es
Alamat
: banta-bantaeng
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: es nutrisari
2. Nama
pengambil : Nurhalisa bahri
Tempat
: penjual gorengan
Alamat
: rappocini
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: bakso goring
Tempat pemeriksaan :
Laboratorium mikrobiologi kampus kesehatan lingkungan
Hari / tanggal
pemeriksaan : 15-18 Mei 2017
Parameter pemeriksaan
E.Coli :
Ø Tes
perkiraan (+) ada bakteri ( hari pertama )
Ø Tes
penegasan (-) ( hari kedua) pada Ec Medium
pada sampel makanan dan minuman
D.
ANALISA HASIL
Berdasarkan hasil
praktikum yang telah di lakukan bahwa sampel makanan dan minuman yang
kami periksa pada tes lengkap negative (-) tidak tercemar bakteri E.coli, namun
jika di analisis es nutrisari dan bakso goreng tersebut tercemar oleh bakteri namun
bukan E.Coli itu sendiri, melainkan berupa bakteri. Dari hasil tersebut ada beberapa factor yang memungkinkan terjadinya pencemaran
bakteri atau terkontaminasi bakteri salah satunya ialah peralatan yang di
gunakan untuk menyimpan atau mengolah makanan dan minuman tersebut kurang di perhatikan
hyegiene kebersihannya dan factor lainnya yaitu karena penjamah makanan itu
sendiri yang kurang memperhatikan
hyegiene sanitasinya, dimana bisa saja pada saat mengolah makanan dan
minuman penjamah tidak menggunakan sarung tangan plastic dan langsung memegang
makanan tersebut, sehingga pada proses
pengolahan makanan terjadi kontaminasi dengan bakteri ,namun tidak di
ketahui jenis bakteri yang terkontaminasi pada sampel tersebut karena
pemeriksaan di lakukan untuk mengidentifikasi bakteri E.coli pada makanan dan
minuman , di mana apabila makanan dan minuman tersebut di konsumsi manusia bisa
saja menyebabkan gangguan kesehatan karena terkontaminasi bakteri lain yang
bukan E.coli.
E.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan analisa hasil pemeriksaan kandungan
E.coli pada sampel makanan dan minuman (bakso goreng dan es nutrisari) dapat di
simpulkan bahwa sampel makananan dan minuman yang di periksa walaupun tidak
mengandung E.coli namun setelah di amati sampel tersebut terkontaminasi bakteri
tetapi bukan E.coli .
2. PARAMETER PEMERIKSAAN
SALMONELLA
A A. DASAR
TEORI
Salmonella
merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan penyakit yang serius
apabila mencemari makanan maupun minuman yang d konsumsi manusia. Salmonella juga dapat hidup pada tubuh
makhluk hidup yang berdarah dingin maupun berdarah panas. Bakteri ini bukan
indicator sanitasi, melainkan bakteri
indicator keamanan pangan. Artinya, karena semua serotype salmonella yang di
ketahui di dunia ini bersifat pathogen maka adanya bakteri ini dalam makanan di
anggap membahayakan bagi kesehatan. Oleh karena itu berbagai standar makanan
siap santap mensyaratkan tidak ada salmonella dalam 25 gram sampel makanan.
Secara
morfologi, bakteri salmonella mempunyai karakteristik gram negative, berbentuk
batang diameter 0,7- 1,5 µm, memiliki
panjang 2-5 µm, tidak membentuk spora dan bersifat aerob/fakultatif aerob.
Salmonella memiliki kekerabatan yang dekat dengan bakteri genus Eschericia dan
dapat di jumpai hampir di seluruh dunia .
B.
TUJUAN
1. Agar
mahasiswa dapat mengetahui alat dan
bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan salmonella
2. Agar
mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan salmonella
3. Mahasiwa dapat menentukan jenis salmonella
pada sampel makanan dan minuman
C.
HASIL
1. Nama
pengambil : Rizki
Tempat
: penjual es
Alamat
: banta-bantaeng
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: es nutrisari
2. Nama
pengambil : Nurhalisa bahri
Tempat
: penjual gorengan
Alamat
: rappocini
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: bakso goreng
Tempat
pemeriksaan : Laboratorium mikrobiologi kampus kesehatan
lingkungan
Hari / tanggal pemeriksaan : 15-18 Mei 2017
Ø Tes
perkiraan hasilnya yaitu (+) pada media
endo agar pada sampel makanan dan
minuman
Ø Tes
penegasan hasilnya yaitu (-) pada media TSIA pada sampel makanan dan minuman
D.
ANALISA
HASIL
Berdasarkan
hasil pemeriksaan salmonella yang telah di lakukan pada sampel makanan dan
minuman di peroleh hasil tes lengkap
yaitu negative tidak terkontaminasi/ tercemar salmonella, namun mikroorganisme
yang terdapat pada sampel ini adalah jenis enterobacter aerogene yang mana
jenis mikroorganisme ini biasanya di temukan pada hewan atau tanaman yang telah
mati, jadi alaupun tidak mengandung salmonella pada sampel yang telah di
periksa tetapi mikroorganisme enterobacter ini masih satu family dengan
salmonella. Adapun dampak yang di peroleh dari tercemarnya makanan dan minuman
oleh bakteri salmonella ialah dapat menimbulkan infeksi yang mana di mulai
ketika masuknya sel salmonella ke dalam saluran pencernaan dan masuk ke dalam
usus,oleh karena itu pentingnya menjaga sanitasi khususnya untuk pengolahan
makanan baik itu penjamah makanan maupun dari tempat pengolahan dimana penjamah makanan seharusnya menggunakan celemek, sarung tangan plastic
saat mengolah makanan agar tidak
terkontaminasi bakteri secara langsung saat pengolahan, dan bakteri salmonella
dapat berkembang biak pada keadaan
lingkungan yang panas dan lembab dimana biasanya bakteri masuk ke dalam tubuh
manusia melalui makanan yang tidak di panaskan dengan benar seperti daging,
telur, atau susu atau bisa pula melewati makanan mentah yang telah
terkontaminasi bakteri.
E.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan analisa hasil pemeriksaan salmonella dalam
sampel makanan dan minuman pemeriksaan salmonella pada sampel bakso goreng dan
es nutrisari dapat di simpulkan bahwa
sampel yang di periksa negate tidak tercemar atau terkontaminasi salmonella
akan tetapi di temukan bakteri coliform yaitu
enterobacter aerogenes tetapi masih satu family dengan salmonella.
3. PARAMETER PEMERIKSAAN
VIBRIO CHOLERA
A.
DASAR TEORI
Vibrio cholerae adalah,
gram negatif non-spora membentuk, batang melengkung yang oksidase positif .
Hal ini sangat motil dan memiliki flagel kutub tunggal. Bakteri
adalah 1 - 3 pM oleh 0,5-0,8 pM, adalah anaerob fakultatif dan merupakan bagian
dari keluarga Vibronaceae ). Serogrup O1 (klasik dan Tor El biotipe)
dan O139 terutama bertanggung jawab untuk wabah kolera .
Serogrup patogen menghasilkan toksin kolera (CT), sedangkan strain patogen non
mungkin atau mungkin tidak memproduksi toksin Baru, V.cholerae strain serougroup O75
memiliki gen toksin kolera diisolasi dari pasien dengan diare berat, dan
serogrup O141 telah dikaitkan dengan sporadis kolera seperti diare dan infeksi
aliran darah di Amerika Serikat Beberapa serotipe dapat berfungsi sebagai
reservoir bagi toksin kolera fag genom . Serotipe yang tidak
menghasilkan toksin kolera masih dapat menyebabkan penyakit pada manusia (yaitu
enteritis)
Vibrio
cholerae dapat menyebabkan sindrom mulai dari tanpa gejala
kolera gravis . Di daerah endemik, 75% kasus tidak menunjukkan
gejala, 20% adalah ringan sampai sedang, dan 2-5% adalah bentuk parah seperti
kolera gravis. Gejala termasuk onset tiba-tiba diare cair (cairan
abu-abu dan mendung), muntah sesekali dan kram perut Dehidrasi terjadi kemudian
dengan gejala dan tanda-tanda seperti haus, membran mukosa kering, turgor kulit
menurun, mata cekung, hipotensi, nadi radial lemah atau tidak ada, takikardia,
takipnea, suara serak, oliguria, kram, gagal ginjal, kejang, mengantuk, koma
dan kematian Kematian karena dehidrasi dapat terjadi dalam jam untuk hari
pada anak-anak yang tidak diobati dan penyakit berbahaya bagi wanita hamil dan
janin mereka selama akhir kehamilan sebagai aborsi, persalinan prematur dan
kematian janin dapat terjadi . Dalam kasus kolera gravis melibatkan
dehidrasi berat, hingga 60% pasien bisa mati, namun, kurang dari 1% kasus yang
diobati dengan terapi rehidrasi yang fatal. Penyakit ini biasanya berlangsung
dari 4-6 hari (. Di seluruh dunia, penyakit diare, yang disebabkan
oleh kolera dan patogen lainnya, adalah penyebab utama kedua kematian bagi
anak-anak di bawah usia 5 dan setidaknya 120.000 kematian diperkirakan
disebabkan oleh kolera setiap tahun Pada tahun 2002, WHO dianggap bahwa rasio
kematian kasus untuk kolera adalah sekitar 3,95%
EPIDEMIOLOGI: Dalam 200
tahun terakhir, telah terjadi pandemi kolera 8 utama, dengan penyakit yang
paling umum di daerah tropis dan subtropis.Sebagian besar kasus adalah di anak
benua India dan Afrika (pada tahun 2002 WHO memperkirakan bahwa 97% kasus
kolera di Afrika) ( . Ada beberapa juta kasus kolera setiap
tahun dan di daerah endemis, ini cenderung paling umum pada anak usia 2-9 dan
pada wanita yang dari usia subur . Epidemi di daerah endemik
cenderung terjadi selama musim panas .
B.
TUJUAN
1. Mahasiswa
dapat mengetahui alat dan bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan vibrio
2. Mahasiswa
dapat melakukan pemeriksaan vibrio
3. Mahasiswa
dapat menentukan jenis vibrio pada sampel makanan dan minuman yang di periksa
C.
HASIL
1. Nama
pengambil : Rizki
Tempat
: penjual es
Alamat
: banta-bantaeng
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: es nutrisari
2. Nama
pengambil : Nurhalisa bahri
Tempat
: penjual gorengan
Alamat
: rappocini
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: bakso goreng
Tempat
pemeriksaan : Laboratorium mikrobiologi kampus kesehatan
lingkungan
Hari
/ tanggal pemeriksaan : 15-18 Mei 2017
Ø Pada
pemeriksaan vibrio cholera tes perkiraan
dan tes penegasan hasilnya (-) pada media alkalis pada sampel makanan
dan minuman
D. ANALISA
HASIL
Berdasarkan
hasil pemeriksaan vibrio cholera dalam sampel makanan dan minuman( bakso goreng
dan es nutrisari ) yang telah di periksa
di peroleh hasil negative tidak teremar vibrio cholera hal ini di tandai dari
media pepton alkalis dan TSIA (banyak mengandung triptofan dan nitrat ) akan tetapi tidak
membentuk warna kuning merah dan tidak mengalami pertumbuhan koloni sehingga tidak
di lanjut pada media gula-gula. Vibrio umumnya di temukan pada makanan hasil
laut seperti udang, kepiting, ikan, dll. Sedangkan sampel yang kami periksa es
nutrisari dan bakso goreng sehingga kemungkinan kemungkinan kecil terdapat
bakteri vibrio cholera pada saat pemeriksaan. Dan adapun dampak yang di
timbulkan jika adanya cemaran vibrio cholera pada makanan yaitu berbagai macam penyakit
seperti diare, kejang perut, mual, muntah, pusing,demam, dll. Oleh karena itu
untuk mencegah terjadinya penyakit tersebut di harapkan pada penjamah dan
pengolah makanan untuk memperhatikan hyegiene perorangan dan hyegiene sanitasi
makanan dan minuman yang di olah karena akan berdampak terhadap kesehatan
manusia apabila salah dalam mengolah
makanan .
E. KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil dan analisa hasil pemeriksaan vibrio cholera pada sampel makanan dan
minuman yang telah dilakukan pemeriksaan dapat di simpulkan bahwa sampelyang di
periksa negative tidak tercemar vibrio cholera hal ini di tandai pada media
pepton alkalis tidak membentuk warna kuning merah dan tidak mengalami pertumbuhan
koloni sehingga tidak di lanjutkan pada media gula-gula.
4.
PARAMETER
PEMERIKSAAN SHIGELLA
A. DASAR
TEORI
Shigella adalah genus gamma proteobacteria dalam keluarga Enterobacteriaceae. Shigella adalah
bakteri Gram-negatif, nonmotile, dan merupakan kuman patogen usus yang dikenal
sebagai agen penyebab penyakit disentri basiler.Bakteri ini menginfeksi saluran
pencernaan dan menyebabkan berbagai gejala, dari diare, kram, muntah, dan mual,
sampai komplikasi yang lebih serius dan penyakit.
Terdapat 4 species organisme:
1. Shigella sonnei, menyebabkan
disentri ringan dan bertanggung jawab atas 95% kasus di Inggris.
2. Shigella flexneri, menyebabkan disentri sedan, timbul
terutama di negara tropis dan subtropis dan bertanggung jawab atas 5% kasus di
Inggris terutama di rumah sakit jiwa.
3. Shigella boydii, menyebabkan disentri sedang, timbul
terutama di negara tropis dan subtropis.
4. Shigella shiga, menyebabkan disentri berat, timbul
terutama di Timur jauh.
·
MORFOLOGI
Ciri khas
organisme ini adalah bentuk kokobasil ditemukan pada biakan muda. Shigella merupakan basil Gram
Negatif, ukuran 0,5 – 0,7 µm x 2 – 3 µm, tidak berflagel.
·
FISIOLOGI
Sifat –
sifat pertumbuhan
Semua Shigella merugikan glukosa. Bakteri
ini tidak meragikan laktosa kecuali S.
sonei. Ketidak mampuannya meragikan laktosa membedakan bakteri-
bakteri Shigella pada
perbenihan diferensial. Bakteri ini membentuk asam dari karbohidrat, tetapi
jarang menghasilkan gas. Bakteri ini juga dibagi menjadi bakteri yang meragikan
manitol dan yang tidak.
Aerob dan
fakultatif anaerob, pH pertumbuhan 6,4 – 7,8 dan suhu pertumbuhan optimum 37oC
kecuali Shigella sonnei dapat
tumbuh pada suhu 45oC. Sifat biokimia yang khas adalah negatif pada
reaksi fermentasi adonitol, tidak membentuk gas pada fermentasi glukosa, tidak
membentuk H2S kecuali S.
flexneri, negatif terhadap sitrat, DNAse, lisin, fenilalanin, sukrosa,
urease, VP, manitol, laktosa kecuali S.
sonei meragi laktosa secara lambat, manitol, xylosa dan negatif
pada tes motilitas.
Sifat koloni
kuman adalah sebagai berikut: kecil, halus, tidak berwarna bila ditanam pada
agar SS, EMB, Endo, Mac Conkey.
·
SIFAT BIAKAN
Shigella bersifat fakultatif anaerob tetapi paling baik tumbuh
secara aerobik. Koloninya konveks, bulat, transparan dengan pinggir-pinggir
utuh mencapai diameter kira-kira 2mm dalam 24 jam.
·
STRUKTUR ANTIGEN
Shigella
mempunyai struktur antigen yang kompleks. Sebagian besar kuman mempunyai
antigen O yang juga dimiliki oleh kuman enterik lainnya. Antigen somatik O Shigella adalah lipopolisakarida.
Spesifikasi serologiknya bergantung pada polisakarida itu. Terdapat lebih dari
40 serotipe. Klasifikasi Shigella
didasarkan pada sifat-sifat biokimia dan antigennya.
·
PATOGENISITAS
Faktor-faktor
patogenitas:
-
Daya invasi
-
Enterotoksin
-
Nerotoksin dan Sitotoksin
Shigella sangat menular. Infeksi Shigella hampir selalu terbatas pada saluran pencernaan, invasi
ke aliran darah sangat jarang. Shigella
merupakan genus basil Gram negatif yang menyebabkan disentri basiler.
Infeksi Shigella dapat terjadi
melalui mulut. Disentri menyebar melalui kontaminasi feces pada makanan dan
minuman., WC, pegangan pintu, seprai dan lain-lain dan juga dengan perantara
lalat yang terkontaminasi dengan tinja. Disentri merupakan peradangan akut pada
kolon.
Shigellosis adalah penyakit menular
yang disebabkan oleh berbagai spesies Shigella.
Orang yang terinfeksi dengan Shigella
mengembangkan diare, demam dan kram perut memulai satu atau dua hari setelah
mereka terkena bakteri. Diare sering berdarah. Shigellosis biasanya sembuh
dalam 5 sampai 7 hari, tetapi pada beberapa orang, terutama anak muda dan orang
tua, diare bisa begitu parah sehingga pasien perlu dirawat di rumah sakit.
Sebuah infeksi berat dengan demam tinggi juga dapat dikaitkan dengan kejang
pada anak kurang dari 2 tahun.
Bakteri Shigella menghasilkan racun yang
dapat menyerang lapisan usus besar, menyebabkan pembengkakan, luka pada dinding
usus, dan diare berdarah. Dalam kasus Shigellosis yang sangat parah, seseorang
mungkin mengalami kejang (kejang), leher kaku, sakit kepala, kelelahan ekstrim,
dan kebingungan. Shigellosis juga dapat menyebabkan dehidrasi dan dalam kasus
yang jarang terjadi, komplikasi lain, seperti arthritis, ruam kulit, dan gagal
ginjal.
Gejala lain
Shigellosis termasuk:
-
abdominal cramps atau kram
perut
-
high fever atau demam
tinggi
-
loss of appetite atau
kehilangan nafsu makan
-
nausea and vomiting atau mual
dan muntah
-
painful bowel movements atau gerakan
usus yang menyakitkan
·
DIAGNOSIS LABORATORIUM
A.
Bahan : Tinja segar, lendir, dan usapan rektum untuk pembiakan. Sejumlah
besar leukosit dan darah merah sering dapat terlihat secara mikroskopik dalam
tinja. Bahan serum, bila diinginkan, harus diambil tiap 10 hari untuk
menunjukan kenaikan titer aglutinasi antibodi.
B.
Biakan: Bahan digoreskan pada perbenihan diferensial (misalnya, Mac Conkey
atau agar EMB) dan pada perbenihan selektif (agar enterik Hektoen atau agar Salmonella-Shigella), yang menekan
Enterobacteriaceae lain dan organisme gram-positif. Koloni-koloni yang tidak berwarna
(laktosa negatif) diinokulasikan ke dalam perbenihan agar triplet gula besi.
C.
Serologi: Orang normal mempunyai aglutinin terhadap berbagai spesies Shigella. Tetapi, serangkaian
penetapan titer antibodi dengan selang waktu 10 hari dapat menunjukkan kenaikan
antibodi spesifik. Serologi tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi Shigella.
·
PENCEGAHAN
Usaha
pengendalian harus diarahkan pada pembersihan bakteri dari sumber-sumber dengan
cara:
(1) Pengendalian
sanitasi air, makanan dan susu, pembuangan sampah serta pengendalian lalat (kebersihan lingkungan).
(2) Isolasi
penderita, pengobatan carrier
dan disinfeksi ekskreta.
(3) Penemuan
kasus-kasus subklinik dan pembawa bakteri, khususnya pada para pengurus
makanan.
(4) Serta
khlorinasi air minum.
(5) Penanganan,
penyimpanan, dan persiapan makanan juga dapat membantu mencegah infeksi Shigella.
B. TUJUAN
1.
Mahasiswa dapat mengetahui alat atau
bahan yang di gunakan dalam pemeriksaan shigella
2.
Mahasiswa dapat melakukan
pemeriksaan shigella pada sampel makanan dan minuman
3.
Mahasiswa dapat menentukan jenis
shigella pada sampel makanan dan minuman
C.
HASIL
1. Nama
pengambil : Rizki
Tempat
: penjual es
Alamat
: banta-bantaeng
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: es nutrisari
2. Nama
pengambil : Nurhalisa bahri
Tempat
: penjual gorengan
Alamat
: rappocini
Tanggal
: senin, 15 mei 2017
Sampel
: bakso goreng
Tempat
pemeriksaan : Laboratorium mikrobiologi kampus kesehatan
lingkungan
Hari / tanggal
pemeriksaan : 15-18 Mei 2017
Ø Hari
1 SG = (-) pada media SS agar pada sampel makanan dan minuman
Ø Hari
2 SG = (-) pada makanan dan minuman
D. ANALISA
HASIL
Berdasarkan
hasil pemeriksaan shigella pada sampel makanan dan minuman bakso goreng dan es
nutrisari negative tidak tercemar bakteri shigella pada media SS agar, sehingga
tidak di lanjutkan pada media gula-gula dan tidak di temukannya bakteri lainnya
dalam sampel tersebut , karena seperti yang di ketahui bahwa ciri-ciri shigella
adalah tidak bergerak, termasuk gram (-) , tidak berspora dan tidak
berselubung. Shigella merupakan kuman berbentuk batang pendek, berdiameter
0,4-0,6 mikron. Paling subur pada
suasana aerob, tetapi dapat juga
fakultatif anaerob.
E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan analisa hasil
pemeriksaan shigella pada sampel makanan dan minuman yang telah di periksa dapat di simpulkan bahwa sampel bakso
goreng dan es nutrisari negative (-) shigella.
Adapun beberapa factor yang menyebabkan
jika pada makanan dan minuman terdapat kandungan bakteri shigella di dalamnya
yaitu factor dari dalam di mana penjamah
tidak menjaga sanitasi hyegiene perorangan seperti tidak meggunakan sarung
tangan saat memegang makanan, tidak menggunakan celemek dan hal tersebut akan
mempengaruhi pengolahan makanan yang di sajikan sehingga akan terkontaminasi
bakteri shigella dan bakteri lainnya.
Daftar pustaka
http://asriyaninaga.files.wordpress.com
http://www.pintarbiologi.com/2016/03/praktikum-mikrobiologi-pemeriksaan-salmonella-pada-bahan-pangan.html?m=1
http://pelajaranilmu.blogspot.co.id/2012/05/vibrio-cholera.html
http://analismuslim.blogspot.co.id/2011/12/shigella.htmlhttp://www.pintarbiologi.com/2016/03/praktikum-mikrobiologi-pemeriksaan-salmonella-pada-bahan-pangan.html?m=1
http://pelajaranilmu.blogspot.co.id/2012/05/vibrio-cholera.html
